CETAK MAJALAH



Majalah merupakan salah satu media cetak yang berisikan sekumpulan berita, artikel, iklan, cerita dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas yang dijilid jadi satu dalam bentuk buku dan diterbitkan secara berkala, seperti seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan sekali. Bukan hanya berisikan berita, artikel atau cerita saja, di dalam majalah juga dapat berisikan gambar, foto dan lainnya yang bertujuan sebagai ilustrasi dari isi majalah dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah menjadi indah. Majalah juga harus memiliki konsep atau target segmentasi yang jelas dan kualitas tampilan yang menarik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk membacanya.

Untuk itu Pedhe Offset Jogja siap membantu dan mewujudkan pembuatan dan pencetakan majalah yang anda inginkan. Disini kami menawarkan spesifikasi cetak majalah dengan beberapa pilihan diantaranya cetak isi full color dengan menggunakan kertas art paper atau cetak isi bw (hitam putih) dengan menggunakan kertas HVS.

Salah satu kebutuhan karyawan dalam satu perusahaan adalah akses akan informasi atas apa yang sedang terjadi di perusahaan. Sebagai bentuk upaya pemenuhan akan kebutuhan karyawan, perusahaan perlu membangun komunikasi yang rutin, berkala dan dua arah dengan para karyawannya, melalui berbagai media. Salah satu bentuk dari media komunikasi internal adalah majalah. Kenapa majalah? Karena majalah yang sifatnya sebagai media cetak yang masih merupakan media yang lazim untuk penyampaian informasi kepada internal, karena sifatnya yang tahan lama sehingga juga dapat dijadikan sebagai dokumentasi tertulis perusahaan.

Definisi majalah internal kurang lebih majalah yang diterbitkan terbatas untuk kalangan internal saja dan (idealnya) dicetak secara rutin dan berkala). Selain majalah, Perusahaan dapat juga membuat dalam bentuk jurnal, bulletin ataupun tabloid dan newsletter, sesuai dengan kebutuhan komunikasi internal sebuah perusahaan. Ada juga perusahaan yang membuat majalahnya dalam bentuk e-magazine. Semua boleh saja.

Sebelum menyusun majalah internal, ada beberapa hal yang penting dalam perencanaan penerbitan majalah internal perusahaan seperti diantaranya nama majalah yang tentunya harus sesuai dengan filosofi perusahaan dan kebutuhan komunikasi perusahaan, kuantitas jumlah eksemplar yang akan dicetak, waktu diterbitkannya majalah internal, jangka waktu penerbitan (umumnya bulanan), karakteristik pembaca dari majalah internal tersebut, kebijakan redaksional dalam majalah internal tersebut dan banyak lagi hal lainnya. Perlu juga ditentukan dalam menyusun majalah internal ini menggunakan pihak konsultan atau tidak.

Saran saya sebaiknya dalam menyusun majalah internal menggunakan pihak konsultan, karena anda tidak akan mungkin menghabiskan seluruh resource anda (tenaga, waktu dan pikiran) hanya untuk berfokus mengerjakan majalah internal saja. Menyerahkan pekerjaan kepada konsultan bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab tersebut. Yang perlu diatur kemudian adalah pembagian tanggung jawab dan pembagian kerjanya serta bagaimana mekanisme kerja dan target waktu yang harus diselesaikan untuk satu edisi penerbitan.

Dalam menyusun majalah internal, ada beberapa hal yang penting untuk ada dalam sebuah majalah internal, yakni :

Design yang menarik dan kreatif (hmm… menilai bagaimana design yang menarik dan kreatif memang agak relatif subjektif dan selera) yang tentu juga harus sesuai dengan corporate identity sebuah perusahaan. Unsur menarik dan kreatif ini juga relatif, karena majalah internal untuk perusahaan bank dan perusahaan consumer goods pasti akan berbeda bentuk dan gaya penyajian informasi dalam majalah internalnya.

Layout yang informatif, selain memperhatikan fungsi estetika, juga harus memperhatikan penyajian terbaik komunikasi dan informasi yang hendak disampaikan.

Penamaan, pembagian dan plotting halaman dari setiap rubrik dalam rubrikasi dalam sebuah majalah. Secara umum, pada garis besarnya rubrikasi perusahaan internal berisikan mengenai agenda utama yakni topik utama dari sebuah majalah internal, liputan mengenai kejadian penting ataupun isu terhangat, profil dari karyawan yang berprestasi, opini berupa pemuatan pendapat dari karyawan ataupun para pakar. Majalah internal dapat juga memuat galeri foto mengenai kejadian penting ataupun corporate event terbaru. Isi dari rubrikasi tentu saja bergantung dari masing-masing karakteristik perusahaan, tetapi dapat juga ditambahkan seperti artikel mengenai informasi teknologi, pemasaran, sumber daya manusia.

Penyajian artikel yang menarik dan komunikatif (lagi-lagi ini penilaian yang subjektif), yang dapat menggugah karyawan untuk membacanya. Isinya sebaiknya tidak melulu bersifat arahan yang pastinya akan membosankan untuk dibaca. Komposisi artikel pun sebaiknya dijaga, jangan sampai semuanya bersifat one way communication, dan two way communication. Misalnya dengan menulis artikel mengenai karyawan yang berprestasi, kabar dari berbagai unit kerja, ataupun kabar terkini mengenai perkembangan karyawan seperti ada karyawan yang menikah, ulang tahun ataupun melahirkan. Beberapa perusahaan ada yang melakukan itu pada majalah internalnya. Libatkan juga karyawan untuk menulis artikel opini. Atau adakan quiz untuk menarik minat karyawan dalam membaca artikel-artikel dalam majalah internal perusahaan. Satu hal lain, pastikan artikel yang dimuat tidak menyudutkan, tidak mencemarkan nama baik dan kredibilitas, serta tidak memuat hal-hal yang berkaitan dengan SARA.

Kemudian mengenai bolehkah majalah internal suatu perusahaan menerima pemasukan berupa iklan? Biasanya penerbitan media cetak internal dianggarkan dalam anggaran tahun berjalan di perusahaan, Namun ada beberapa perusahaan yang juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan sumber lain, yakni dari iklan. Mengenai pemasangan iklan pada media cetak internal masih diperdebatkan pro dan kontranya, terutama dari sisi kepatutannya dan dari tata kelola perusahaan terutama untuk transparansi pemasukannya.

Bagaimana mengenai proses penyusunannya?

Pertama-tama layaknya menyusun majalah oleh perusahaan penerbit ternama, perlu dilaksanakan terlebih dahulu rapat redaksi untuk melakukan brainstorming dan menetapkan penyusunan rencana penerbitan, tema-tema dari artikel-artikel yang akan dimuat, penentuan nara sumber, penentuan event-event yang akan diliput.

Yang kedua adalah proses pengumpulan data untuk penyusunan majalah internal melalui pelaksanaan interview, pendokumentasian foto, ataupun mencari berbagai literatur lainnya yang dapat mendukung penyajian informasi di majalah internal.

Setelah proses penulisan, design dan layouting, lalu ada proses review & koreksi hingga persetujuan naik cetak dan kemudian pendistribusian kepada karyawan.

Beberapa referensi mengenai penyusunan majalah internal silahkan lihat di :

http://www.gosevenpublishing.com/berita-142-tips-membuat-majalah-internal-perusahaan-.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar